DI BALIK ANGKA: MEMBACA KEBENCANAAN DARI PERSPEKTIF MANUSIA DAN KOMUNITAS

DI BALIK ANGKA: MEMBACA KEBENCANAAN DARI PERSPEKTIF MANUSIA DAN KOMUNITAS

Berapa jumlah korban? Berapa rumah yang rusak? Berapa banyak orang yang terdampak?

Angka-angka tersebut penting untuk memahami skala bencana. Namun, di balik angka, ada kehidupan yang berubah, pengetahuan lokal yang menjadi pegangan, solidaritas yang tumbuh, serta inisiatif komunitas yang sering kali tidak sepenuhnya tercatat.

Melalui sesi “Kaleidoskop Manajemen Bencana Indonesia 2025–2026: Di Balik Angka” dalam rangkaian Bulan PRB 2026, LokaNusa mengajak kita melihat kembali pembelajaran kebencanaan dengan perspektif yang lebih luas: tidak hanya melalui data dan capaian, tetapi juga melalui pengalaman manusia dan komunitas yang hidup berdampingan dengan risiko.

Bersama Bagja Hidayat dari Tempo, Indira Hapsari dari YAPPIKA, Trinirmalaningrum dari SKALA, dan Anggoro Budi P. dari PENABULU, sesi ini menjadi ruang untuk merefleksikan bagaimana kebencanaan dipahami, bagaimana pengetahuan dan pengalaman dimaknai, serta bagaimana pembelajaran dapat memperkuat ketangguhan.

Bagi LokaNusa, refleksi ini juga menjadi pengingat bahwa membangun ketangguhan tidak cukup dengan menghadirkan masyarakat dalam program. Pengetahuan, pengalaman, dan inisiatif aktor lokal perlu diakui sebagai bagian penting dalam menentukan arah upaya pengurangan risiko bencana dan respons kemanusiaan.

Sebab, ketangguhan yang berakar dari komunitas dimulai dengan kesediaan untuk mendengar, belajar, dan mengakui peran mereka yang paling dekat dengan risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.