Perkuat Ketangguhan Komunitas, PKPA Gaungkan Aksi Respon Kolaboratif Lewat Forum LokaNusa
Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial terus didorong oleh Yayasan PKPA Indonesia melalui forum berbagi pengetahuan bertajuk PKPA Sharing Webinar LokaNusa. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendorong aksi respon yang lebih terstruktur, inklusif, dan berbasis kekuatan lokal.
Dalam forum tersebut, PKPA menekankan bahwa pendekatan pembangunan dan respon kemanusiaan tidak lagi bisa bersifat top-down. Sebaliknya, keterlibatan aktif mitra lokal dan komunitas menjadi faktor utama dalam memastikan efektivitas program di lapangan. Hal ini penting mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik, tantangan, dan potensi yang berbeda.
Dipresentasikan oleh Ismail Marzuki, sesi ini menggarisbawahi bahwa organisasi lokal bukan sekadar pelaksana, melainkan aktor kunci yang memiliki pengetahuan kontekstual terhadap kondisi masyarakatnya. Dengan penguatan kapasitas yang tepat, mereka mampu merancang dan menjalankan program yang lebih relevan serta berkelanjutan.
Sejak berdiri pada 1996, PKPA telah membangun jaringan kerja di berbagai wilayah seperti Medan, Nias, Palu, Jakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, hingga Aceh Tamiang. Sebaran wilayah ini menunjukkankl menandakan kapasitas organisasi dalam mengelola program lintas daerah sekaligus memperkuat pertukaran praktik baik antar komunitas.
Forum LokaNusa juga menjadi bagian dari upaya mentoring untuk meningkatkan kualitas perencanaan program, implementasi kegiatan, hingga evaluasi berbasis dampak. Pendekatan ini menunjukkan bahwa PKPA tidak hanya fokus pada intervensi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan melalui penguatan kapasitas mitra lokal.
Dari paparan yang disampaikan, terlihat bahwa strategi “aksi respon” yang diusung menitikberatkan pada tiga aspek utama: kecepatan respon, relevansi program dengan kebutuhan lokal, serta kolaborasi lintas aktor. Meskipun tidak disajikan dalam bentuk data kuantitatif rinci, struktur program yang dipaparkan mencerminkan pendekatan sistematis dalam membangun ketangguhan komunitas.
Melalui inisiatif ini, PKPA menegaskan bahwa solusi atas persoalan sosial tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sinergi antara organisasi masyarakat sipil, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar tercipta perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Forum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar dalam pembangunan terletak pada komunitas itu sendiri ketika mereka diberdayakan, maka respon terhadap krisis pun menjadi lebih cepat, tepat, dan berdampak luas. (DM)

Tinggalkan Balasan